Kilasmalut.com – Bupati Halmahera Utara (Halut) Piet Hein Babua bersama Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe dan unsur Forkopimda turun langsung ke Desa Doitia, Kecamatan Loloda Utara, untuk memastikan kondisi warga pasca banjir besar yang menerjang wilayah tersebut pada Rabu 7 Januari 2026.
Di lokasi bencana, rombongan meninjau titik penyumbatan aliran Sungai Doitia yang menjadi pemicu utama luapan air hingga merendam permukiman warga. Selain itu, Bupati dan Wakil Gubernur juga berdialog langsung dengan masyarakat di Gereja Maranatha, sekaligus mengecek kesiapan posko pengungsian, posko logistik, dapur MBG, serta posko layanan kesehatan.
Bupati Halut, Piet Hein Babua menegaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan alat berat untuk normalisasi Sungai Doitia, termasuk sungai di Desa Asimiro dan Worimoi. Namun, hingga saat peninjauan dilakukan, alat berat belum tiba di lokasi akibat kendala transportasi laut.
“Kami sudah mengoordinasikan pengangkutan alat berat menggunakan kapal LCT. Begitu tiba, normalisasi sungai akan langsung dikerjakan agar kejadian serupa tidak terulang,”tegas Bupati Piet Hein Babua, Sabtu (17/1).
Ia juga menyampaikan bahwa penanganan bencana telah memasuki fase tanggap darurat dan akan berlanjut ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk perbaikan rumah warga yang rusak serta pembangunan rumah baru bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir.
Untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan pangan berupa beras ke sejumlah desa terdampak di Loloda Utara, dengan dukungan dua kapal distribusi.
Guna mengatasi keterisolasian wilayah akibat terganggunya akses laut dan darat, Pemkab Halmahera Utara juga berkoordinasi dengan otoritas Pelabuhan Tobelo agar KM Rajawali mulai melayani rute Tobelo–Loloda pada Rabu, 21 Januari 2026. Langkah ini diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, kebutuhan sembako, serta memulihkan denyut ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat Loloda Utara.
Dalam kesempatan itu, Piet Hein Babua menyampaikan apresiasi tinggi kepada TNI-Polri, Satpol PP, PMI, BPBD, serta seluruh OPD terkait atas respons cepat dan kerja kolaboratif dalam penanganan bencana, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab negara untuk memastikan pelayanan dan bantuan benar-benar dirasakan masyarakat terdampak.
“Normalisasi Sungai Doitia adalah kebutuhan mendesak agar air tidak kembali meluap ke permukiman. Koordinasi lintas OPD teknis dan percepatan penanganan darurat terus kami dorong,”tutupnya.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !