160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Wabup Halut Tegaskan Kembalikan Nama Masjid Raya Tobelo, ‘Subulussalam’ Yang Diberi Imam Besar Tahun 1938

Wabup Halut saat mengukuhkan badan Ta’Mir Masjid Agung Subulussalam.
750 x 100 AD PLACEMENT

Kilasmalut.com – Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Hi. Kasman Hi. Ahmad, meluruskan polemik terkait perubahan nama Masjid Raya Tobelo dari “Al-Amin” menjadi Masjid Agung Subulussalam. Menurutnya, tidak ada pergantian nama, melainkan pengembalian ke nama asli yang pernah diberikan sejak awal berdirinya masjid.

“Sejak awal, ketika bantuan pembangunan masjid ini diserahkan di masa Bupati Ir. Hein Namotemo, tidak pernah ada nama resmi. Sebutan Masjid Raya Tobelo hanya muncul begitu saja. Setelah saya telusuri melalui literatur, penuturan ahli waris, dan tokoh-tokoh tua, nama yang asli adalah Subulussalam, artinya jalan-jalan keselamatan,”jelas Kasman.

Kasman mengungkapkan, nama tersebut diberikan langsung oleh Imam Besar Abdullah Tjan Hoatjeng, tokoh sentral pendiri masjid. Bahkan, pada 1938, masjid ini menjadi pusat konsolidasi para imam di kawasan Tobelo, Kao, Galela, dan Morotai, yang kemudian membentuk organisasi IPOT (Imam Permusyawaratan Onder Af Theling Tobelo).

Baca Juga :  Nikah Diam-Diam Dengan Selingkuhan, Oknum pegawai P3K Bandara Gamar Malamo Terlantarkan Istri Dan Anak

“Dari pusat inilah lahir para imam besar, Abdullah Tjan Hoatjeng (Tobelo), Amli Sidik (Kao), Muhammad Amal (Galela), dan Humar Djuama (Morotai). Mereka diangkat dan disebar atas penugasan Kesultanan Ternate. Jadi nama Subulussalam bukan baru, tetapi warisan sejarah,”ujarnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Kasman menegaskan, dokumen asli memang hilang saat konflik sosial, namun berbagai sumber dan penuturan ahli waris telah mengonfirmasi nama Subulussalam. Karena itu, penetapan nama ini dituangkan resmi dalam keputusan bupati.

Baca Juga :  Rahman Saha Kembali Pimpin KAHMI Halut, Enam Presidium Baru Siap Perkuat Arah Perjuangan

“Jangan ada anggapan nama ini diganti oleh bupati dan wakil bupati sekarang. Kami hanya mengembalikan jati diri masjid sesuai sejarah. Nama Subulussalam membawa kesejukan, makna keselamatan, dan itulah yang tepat untuk masjid agung kebanggaan kita,”tegasnya.

Kasman berharap, sebagaimana dulu menjadi pusat konsolidasi IPOT, Masjid Agung Subulussalam dapat kembali berperan sebagai pusat pembinaan imam dan pengembangan dakwah di Halmahera Utara.

“Masjid Agung ini harus menjadi rujukan bagi masjid jami di kecamatan dan masjid-masjid desa. Semua bisa berkiblat dan berhubungan langsung dengan pengurus BTM Kabupaten,”pungkasnya.(red)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !