
Kilasmalut.com – Pertamina Patra Niaga memastikan layanan pengisian bahan bakar menggunakan jeriken di SPBU Weda, Halmahera Tengah, telah berjalan sesuai ketentuan dan standar operasional yang berlaku.
Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menegaskan bahwa pengisian Dexlite ke jeriken dilakukan operator sesuai prosedur. Insiden yang sempat terjadi dipastikan bukan akibat kelalaian sistem, melainkan karena adanya jeriken milik konsumen yang bocor saat proses pengisian berlangsung.
“Pengisian Dexlite ke jeriken sudah dilakukan operator mengikuti aturan. Namun, saat pengisian ditemukan jeriken bocor. Ketika itu juga pengisian langsung dihentikan dan petugas fokus melakukan pembersihan area,”jelas Ispiani, pada Selasa (17/2).
Ia menambahkan, penanganan dilakukan cepat dan berlapis untuk memastikan tidak ada risiko keselamatan maupun pencemaran lingkungan. Proses pembersihan dimulai dengan penanganan awal menggunakan pasir, dilanjutkan pembilasan dengan air dan sabun, hingga penggunaan peralatan khusus safety oil spill kit.
“Area sudah bersih dan operasional SPBU kembali berjalan normal. Kami juga langsung melakukan inspeksi sarana dan fasilitas, termasuk nozzle dan dispenser, dan hasilnya dalam kondisi baik tanpa kebocoran serta tidak ditemukan pencemaran di area SPBU,”tegasnya.
Pertamina Patra Niaga juga memastikan pengawasan dan sosialisasi terkait pengisian BBM menggunakan jeriken terus diperkuat kepada seluruh lembaga penyalur, dengan penekanan pada kepatuhan terhadap SOP dan aspek keselamatan kerja.
“Kami tidak ragu memberikan teguran, peringatan, hingga sanksi apabila ditemukan pelanggaran SOP atau kelalaian terhadap aspek keselamatan operasional,”pungkasnya.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !