Kilasmalut.com – Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, menegaskan bahwa Dewan Pimpinan Daerah Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam pembinaan generasi muda. Hal itu disampaikan saat pelantikan pengurus DPPI Kabupaten Halmahera Utara masa bakti 2025–2029. Yang bertempat di ruang Meeting Fredy Tjandua, pada Kamis (12/2).
Menurut Bupati, para pengurus DPPI adalah putra-putri terbaik yang pernah menjadi anggota Paskibraka dan kini berhimpun dalam wadah organisasi untuk melanjutkan tugas pembinaan bagi generasi berikutnya.
“Setelah dilantik, ada tanggung jawab besar yang harus diemban untuk membina pemuda di tengah era Indonesia Emas dan bonus demografi. Jumlah angkatan muda yang besar adalah potensi utama pembangunan daerah, sehingga harus diarahkan agar memiliki kualitas dan daya saing,”ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pembinaan terarah, baik secara organisasi maupun personal. Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya mendorong pertumbuhan Halmahera Utara meski dengan berbagai keterbatasan.
Bupati juga mengajak DPPI berperan aktif memberikan gagasan dan masukan bagi kebijakan pembangunan kepemudaan.
“Pembangunan generasi muda tidak boleh hanya top down. Harus ada ide dan kreativitas dari pemuda agar kebijakan daerah benar-benar menjawab kebutuhan mereka,”tegasnya.
Kepada pimpinan OPD, Bupati meminta agar organisasi kepemudaan seperti DPPI tidak hanya menjadi tanggung jawab Badan Kesbangpol, tetapi didukung seluruh perangkat daerah. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar program pembinaan tidak berjalan parsial.
Lebih lanjut, Piet Babua menyoroti fenomena sosial yang mengancam generasi muda, khususnya maraknya penyalahgunaan lem (ngelem) di sejumlah wilayah Halmahera Utara. Ia menyebut persoalan ini sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan langkah serius.
“Dulu kita bicara miras dan narkotika, sekarang fenomena ngelem justru sangat masif. Banyak anak-anak terpengaruh dan ini berdampak pada kesehatan mental mereka. Pemerintah daerah harus benar-benar konsen,”katanya.
Bupati mengingatkan kembali adanya surat edaran yang membatasi penjualan lem hanya pada toko bangunan tertentu serta melarang penjualan kepada anak di bawah umur. Ia meminta OPD terkait melakukan pengawasan dan razia rutin di lapangan.
“Kalau tidak ada kontrol, praktik ini akan semakin liar. Banyak rumah kosong di daerah terpencil sudah jadi tempat ngelem. Dampaknya 10 sampai 20 tahun ke depan bisa sangat berbahaya bagi kualitas generasi kita,”tandasnya.
Ia berharap DPPI turut terlibat dalam pembinaan mental dan karakter pemuda, tidak terbatas pada alumni Paskibraka, tetapi juga pelajar di sekolah-sekolah. Dengan keterlibatan aktif semua pihak, Bupati optimistis generasi muda Halmahera Utara dapat tumbuh lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.
“Selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Jadilah motor penggerak pembinaan generasi muda demi masa depan Halmahera Utara yang lebih baik,”pungkasnya.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !