160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Pasar Inpres Rawajaya Jadi Tempat ‘Jemuran Pakaian’, Pedagang : Ini Proyek Mubazir

Pasar Inpres Rawajaya jadi tempat jemuran pakaian.(foto/chalo)
750 x 100 AD PLACEMENT

Kilasmalut.com – Pasar Inpres Rawajaya yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar kini justru berubah menjadi bangunan mati. Bukannya menjadi pusat ekonomi rakyat, pasar tersebut malah menjadi tempat jemur pakaian warga, karena tak satu pun pedagang bisa berjualan di dalamnya.

Pantauan media ini menunjukkan, los-los pasar kosong melompong, tak ada aktivitas jual beli. Ironisnya, bangunan yang seharusnya menjadi denyut ekonomi rakyat itu kini teronggok seperti proyek gagal.

“Sejak kami dipindahkan ke sini, tidak ada satu pun pedagang ikan yang bisa berjualan di dalam pasar. Fasilitasnya memang tidak bisa digunakan untuk aktivitas jual beli,”ujar seorang pedagang ikan, Senin (12/1).

Baca Juga :  Peringati Hari Buruh Internasional, Gubernur Malut Ajak Pekerja Bangun Masa Depan

Para pedagang mengaku telah berulang kali menyampaikan persoalan ini kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta pengelola pasar. Namun, keluhan mereka tak pernah digubris.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Kami sudah minta penataan ulang dan perbaikan. Tapi tidak pernah direspons. Mereka hanya datang untuk menagih retribusi,”tegasnya.

Lebih mengkhawatirkan, para pedagang mempertanyakan ke mana aliran uang retribusi yang setiap bulan ditarik dari mereka.

“Kami tidak pernah tahu uang retribusi itu masuk ke mana dan digunakan untuk apa. Kalau dihitung, setahun bisa mencapai ratusan juta rupiah. Tapi pasar ini tetap rusak dan tidak bisa dipakai,”ungkap pedagang dengan nada kesal.

Baca Juga :  PIKNAS Regional Maluku Dan Papua Di Kampus UMMU, Wabup Halut Jadi Narasumber

Tak hanya itu, muncul pula dugaan penyimpangan dalam pengelolaan lahan pasar. Sejumlah titik lahan di area Pasar Inpres Rawajaya dikontrakkan kepada pedagang tertentu untuk membangun lapak pribadi, padahal secara aturan, lahan pasar tidak boleh dikontrakkan.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Ada lahan pasar yang sudah dikontrakkan ke pedagang lain. Ini jelas melanggar aturan. Kami minta Bupati turun langsung dan cek sendiri di lapangan,”tegas mereka.

Para pedagang menilai, Pasar Inpres Rawajaya telah berubah menjadi simbol kegagalan pengelolaan anggaran publik. Uang rakyat digelontorkan miliaran rupiah, tetapi hasilnya bangunan tak berfungsi dan pedagang terpinggirkan.(red)

 

750 x 100 AD PLACEMENT
750 x 100 AD PLACEMENT
You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !