Kilasmalut.com – Ketua Umum Federasi Olahraga Domino Internasional (ORADO), Yoki Jahria, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan pengembangan olahraga domino, mulai dari level internasional hingga ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan Yoki usai pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) ORADO tingkat provinsi se-Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Rabu (7/1).
Dalam sambutannya, Yoki menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus pusat dan daerah ORADO atas kerja keras dan dedikasi dalam membangun organisasi yang baru lahir namun menunjukkan perkembangan signifikan.
“Teman-teman PB ORADO luar biasa. Kerja keras kalian menghasilkan sesuatu yang bahkan di luar dugaan. Tanpa kalian, ini tidak mungkin terjadi,”ujar Yoki.
Yoki menegaskan bahwa olahraga domino tidak semata soal kompetisi, melainkan sarana pembentukan karakter, mulai dari sportivitas, disiplin, loyalitas, hingga kerja sama dan kesiapan menerima kemenangan maupun kekalahan.
“Olahraga mengajarkan kita cara menghadapi kekalahan dan menjadikannya motivasi untuk bangkit dan mencapai target. Inilah nilai dan jiwa olahraga yang harus kita bangun bersama,”tegasnya.
Ia juga meminta para pengurus daerah yang memiliki pengalaman dan pengaruh di wilayah masing-masing untuk bertanggung jawab penuh dalam membesarkan ORADO serta menyatukan kekuatan demi kemajuan olahraga domino nasional.
Dalam kesempatan itu, Yoki memaparkan sejumlah agenda strategis ORADO dalam waktu dekat, antara lain deklarasi organisasi, pelatihan wasit, serta pembekalan teknis bagi pengurus daerah.
“Besok kita fokus seharian. Harapannya, teman-teman dari daerah pulang dengan kesiapan menggelar kejuaraan nasional maupun kejuaraan daerah. Kita ingin setiap daerah aktif mencari dan membina sebanyak-banyaknya pemain domino potensial,”jelasnya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menyatakan dukungannya terhadap kehadiran ORADO sebagai bagian dari pengembangan olahraga sekaligus industri olahraga nasional.
Menurut Erick, seorang pemimpin olahraga harus memiliki kecintaan nyata terhadap cabang olahraga yang dipimpinnya, serta siap mengorbankan waktu, tenaga, dan sumber daya.
“Kalau hanya jadi ketua tapi tidak cinta olahraga, tidak mau meluangkan waktu, bahkan tidak mau berkorban, buat apa,”tegas Erick.
Erick juga menyoroti besarnya potensi sport industry global yang nilainya mencapai sekitar USD 521 miliar atau setara Rp8.000 triliun, dengan pertumbuhan sekitar 8 persen per tahun, melampaui pertumbuhan ekonomi global.
“Indonesia harus memandang olahraga bukan hanya dari sisi prestasi, tetapi juga industri. Saya berharap ORADO bisa menjadi salah satu cabang olahraga yang berkontribusi terhadap sport industry nasional,”ujarnya.
Menutup sambutannya, Menpora menekankan pentingnya persatuan dalam pengelolaan olahraga nasional dan mengingatkan agar tidak terjadi dualisme organisasi.
“Bangsa ini tidak akan maju kalau terus terpecah belah. Mari kita bangun olahraga dengan satu visi,”pungkasnya.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !