Kilasmalut.com – Teror kejahatan berat mengguncang Halmahera Utara. Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Utara, Maluku Utara, tengah memburu terduga pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang remaja perempuan yang kerangkanya ditemukan terbuang ke bawah jembatan Desa Wari, Kecamatan Tobelo.
Penemuan mengerikan itu terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025. Warga dikejutkan dengan sebuah karung mencurigakan yang berisi mayat manusia yang sudah dimutilasi, diduga sengaja dibuang untuk menghilangkan jejak kejahatan keji.
Korban diduga kuat adalah CLK alias Santi (18), warga Desa Wari Ino, yang sebelumnya dilaporkan hilang secara misterius sejak Sabtu, 11 Desember 2025. Hilangnya korban sempat menjadi perbincangan warga, hingga akhirnya terjawab dengan cara paling memilukan.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., mengungkapkan bahwa dugaan identitas korban menguat setelah penyidik menemukan pakaian yang diduga milik korban di dalam karung pembungkus kerangka.
“Di dalam karung terdapat pakaian yang diduga milik korban. Berdasarkan temuan tersebut, sementara ini kami menduga korban adalah CLK alias Santi,”ujar Kapolres kepada awak media.
Meski indikasi kuat mengarah pada identitas korban, Kapolres menegaskan bahwa kepolisian tidak akan berspekulasi dan tetap mengedepankan pembuktian ilmiah. Tes DNA akan dilakukan untuk memastikan identitas korban secara sah dan tidak terbantahkan di hadapan hukum.
“Proses pembuktian harus tetap dilakukan. Walaupun ada pakaian korban, penyelidikan akan berjalan sesuai prosedur hukum,”tegasnya.
Fakta mencengangkan lainnya terungkap dalam proses penyelidikan. Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk seorang saksi yang mengaku sempat dimintai terduga pelaku berinisial A untuk membuang karung berisi mayat. Namun, saksi tersebut mengaku menolak permintaan tersebut dan hanya ikut dalam rombongan sebelum meninggalkan lokasi.
Saat ini, Polres Halut juga telah mengamankan dua orang yang diketahui sempat bersama terduga pelaku. Keduanya masih berstatus saksi, sembari menunggu pengembangan dan pendalaman peran masing-masing.
“Status keduanya masih sebagai saksi. Penyelidikan akan terus berkembang dan kami akan sampaikan perkembangannya kepada publik,”jelas Kapolres.
Kapolres Halmahera Utara turut mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak melindungi pelaku kejahatan berat. Ia meminta siapa pun yang mengetahui keberadaan terduga pelaku untuk segera melapor.
“Kami meminta kerja sama masyarakat. Siapa pun yang mengetahui keberadaan terduga pelaku agar segera melapor. Kasus ini akan kami ungkap hingga tuntas, termasuk motifnya,”ujarnya.
Kasus pembunuhan ini menyita perhatian luas publik Halmahera Utara. Korban yang masih berusia belia, ditemukan dalam kondisi mengenaskan, menambah daftar panjang kekerasan brutal yang merenggut rasa aman masyarakat.
“Kami menegaskan tidak memberi ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan sadis untuk lolos dari jerat hukum,”(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !