160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Krisis Air Tak Berujung Di Halut, Sistem Mandek, Bripka Jems Tyson Pangkey Jadi ‘Oase’ Warga Ruko Dan Kokota Jaya

Tokoh Pemuda Desa Ruko-Kokota Jaya, Sudarmin Paliema.(istimewa)

Kilasmalut.com – Air adalah sumber kehidupan. Namun bagi warga Desa Ruko dan Kokota Jaya, kebutuhan paling mendasar itu justru berubah menjadi krisis menahun yang tak kunjung dituntaskan.

Sejak desa ini berdiri, persoalan air bersih terus menghantui. Puluhan tahun berlalu tanpa solusi tuntas, sementara masyarakat dipaksa bertahan dalam keterbatasan yang seharusnya tidak terjadi di tengah layanan publik yang mestinya hadir.

Air bukan sekadar kebutuhan biologis yang menyusun sekitar 60 persen tubuh manusia tetapi juga urat nadi kehidupan ekonomi, dari rumah tangga hingga pelaku UMKM. Ketika air macet, maka kehidupan ikut tersendat.

Puncaknya terjadi saat mesin PDAM rusak, memperparah penderitaan warga. Di tengah situasi genting itu, negara seolah absen, dan harapan masyarakat nyaris padam.

Baca Juga :  Satlantas Polres Halteng Gencar Edukasi Pengendara, Helm Bukan Sekadar Aksesori, Tapi Penyelamat Nyawa

Namun di tengah kebuntuan, muncul sosok tak terduga

Seorang anggota kepolisian dari Polres Halmahera Utara yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Ruko–Kokota Jaya, Bripka Jems Tyson Pangkey, tampil mengambil peran yang tak biasa. Dengan merogoh kocek pribadi dalam jumlah besar, ia membantu pengadaan pompa air demi menghidupkan kembali aliran yang lama terhenti.

Langkah ini bukan sekadar bantuan biasa melainkan tamparan keras bagi sistem pelayanan publik yang selama ini gagal menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga :  Manajemen Talenta Jadi Palu Godam, Piet–Kasman Siap Hajar OPD Mandul Kinerja

“Kami sangat berterima kasih kepada anggota Polres Halut, Jems Tyson Pangkey, yang telah membantu masyarakat dengan uang pribadi untuk membeli alat pompa air. Kami juga berterima kasih kepada Dirut PDAM yang turut membantu hingga air kembali berjalan,”ujar tokoh pemuda, Sudarmin Paliema, Rabu (8/4).

Meski aliran air akan berjalan norlaml, masyarakat berharap kejadian ini menjadi yang terakhir, dan pengelolaan ke depan berjalan sesuai aturan serta tidak lagi membebani warga.

Kisah ini menyisakan satu pertanyaan besar, sampai kapan kebutuhan dasar rakyat harus bergantung pada kepedulian individu, bukan pada sistem yang seharusnya bertanggung jawab.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !