
Kilasmalut.com – Kebijakan pemadaman listrik oleh unit PLN Tobelo menuai kemarahan publik. Di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadhan, listrik justru kerap padam saat warga sedang melaksanakan shalat Tarawih hingga sahur. Kondisi ini terjadi hampir setiap malam dan dinilai masyarakat sudah melewati batas kewajaran.
Ironisnya, sebelum memasuki Ramadhan, wilayah Halmahera Utara relatif tanpa gangguan pemadaman berarti. Namun sejak awal bulan puasa, listrik justru sering “menghilang” di waktu-waktu krusial ibadah umat Muslim.
Pemadaman tanpa pemberitahuan itu dilaporkan sering terjadi di Kecamatan Galela, Loloda, Kao, hingga Malifut. Warga menilai, selain mengganggu aktivitas ibadah, sikap PLN yang tidak memberikan informasi resmi semakin memperkeruh situasi.

“Seharusnya dalam bulan Ramadhan ini PLN jangan buat pemadaman listrik, apalagi di waktu orang sedang sahur dan sholat Tarawih. Ini sangat mengganggu aktivitas saat orang beribadah,”tegas seorang warga Galela yang enggan disebut namanya, Rabu (25/2).
Kekecewaan serupa juga disampaikan Camat Malifut, Sehan. Ia membenarkan bahwa wilayahnya terdampak pemadaman sejak awal Ramadhan hingga saat ini.
“Pemadaman ini sering terjadi di waktu berbuka dan sholat Tarawih. Masyarakat di sini keluhkan soal listrik yang tiba-tiba padam,”ujarnya.
Menurut Sehan, pemadaman mendadak tersebut bahkan menimbulkan kegaduhan di sejumlah tempat ibadah ketika jamaah sedang melaksanakan shalat.
“Saya sebagai Camat Malifut juga merasa kecewa ketika terjadi pemadaman secara tiba-tiba, apalagi menjelang waktu ibadah malam hari. Ini sangat mengganggu kekhusyukan,”katanya.
Ia pun menyarankan agar unit PLN di Tobelo maupun Malifut tidak melakukan pemadaman pada waktu-waktu ibadah yang sangat vital selama Ramadhan. Jika alasan pemadaman karena perbaikan jaringan, ia meminta agar dijadwalkan di luar jam ibadah.
“Kalau memang ada perbaikan, alihkan ke waktu lain. Jangan saat masyarakat sedang sahur atau sholat. Ini bulan Ramadhan, harusnya pelayanan lebih maksimal, bukan malah sering padam,”tegasnya.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, mengapa justru di bulan suci, ketika kebutuhan listrik meningkat untuk aktivitas ibadah, pemadaman malah kerap terjadi? Warga berharap PLN segera memberikan penjelasan resmi sekaligus solusi konkret agar ibadah Ramadhan tidak terus terganggu oleh gelapnya listrik yang datang tanpa peringatan.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak PLN Tobelo.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !