160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Kapolres Halut Turun Langsung Redam Bentrokan Kira-Duma, 200 Personil Gabungan Dikerahkan

Kapolres Halut pimpin pengamana konflik dua desa di Galela Barat.(dok.humas)

Kilasmalut.com – Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., turun langsung memimpin pengamanan bentrokan antarwarga Desa Kira dan Desa Duma, Kecamatan Galela Barat, Senin (30/3).

Pengamanan dilakukan secara intensif bersama Dandim 1508/Tobelo, Letkol Inf Alex Donald M.L. Gaol, S.E., M., dengan melibatkan ratusan personel gabungan TNI–Polri guna mencegah konflik meluas dan menjaga stabilitas keamanan.

Sekitar pukul 00.50 WIT, Kapolres memimpin apel pengecekan pasukan sebelum menginstruksikan penyisiran di dua desa yang terlibat bentrok. Langkah ini difokuskan pada warga yang masih berkeliaran di luar rumah pascainsiden.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga Desa Kira yang kedapatan berada di sekitar lokasi kejadian sambil membawa senjata tajam jenis parang. Keduanya langsung diamankan ke Pos Pengamanan Desa Duma untuk dimintai keterangan.

Baca Juga :  DPP IMM Desak APH Usut Dugaan Penyimpangan Proyek RS Pratama Halbar

Penyisiran kembali dilanjutkan pada pukul 04.15 WIT oleh personel gabungan yang dipimpin langsung Kapolres. Aparat menyisir wilayah Desa Kira dan Desa Duma untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas mencurigakan di luar rumah warga.

Memasuki pukul 07.10 Wit, Kapolres kembali memimpin apel pagi dan memberikan arahan tegas kepada seluruh personel agar melakukan penyisiran lanjutan, khususnya terhadap warga yang diduga menyimpan senapan angin maupun alat berbahaya lainnya seperti katapel.

Melalui Kasi Humas Polres Halut, IPTU Hopni Saribu, S.H., disampaikan bahwa aparat keamanan dikerahkan secara maksimal untuk mengendalikan situasi di lokasi konflik.

“Pengamanan dilakukan untuk mencegah eskalasi kekerasan yang dapat membahayakan masyarakat. Personel gabungan disiagakan di titik-titik rawan serta terus melakukan patroli guna memantau pergerakan massa,”ujarnya.

Ia menegaskan, selain pengamanan terbuka dan tertutup, aparat juga mulai melakukan penyelidikan awal untuk mengungkap penyebab bentrokan, sekaligus mendorong upaya rekonsiliasi melalui pendekatan persuasif bersama tokoh masyarakat dan pemerintah setempat.

Baca Juga :  Kasat Reskrim Pulau Morotai Diduga Kelola BBM Subsidi Nelayan, Taufan : Ini Penyalahgunaan Kewenangan

“Kami tetap mengedepankan langkah humanis dan tidak represif, agar situasi cepat terkendali dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,”tambahnya.

Dalam pengamanan ini, lebih dari 200 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari unsur Polri, TNI, serta Brimob Pelopor Batalyon C Tobelo. Mereka ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan.

Hingga saat ini, situasi di Desa Kira dan Desa Duma dilaporkan berangsur kondusif. Aparat keamanan masih bersiaga di perbatasan kedua desa, dengan satu peleton BKO Samapta Polda Maluku Utara tetap ditempatkan di pos pengamanan guna memastikan kondisi tetap terkendali.(red)

 

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !