
Kilasmalut.com – Aksi tawuran antar kampung (tarkam) yang belakangan meresahkan akhirnya mendapat respons tegas. Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, turun langsung memimpin deklarasi damai antara pemuda Desa Kira dan Desa Duma.
Langkah ini menjadi titik balik setelah konflik berulang antar pemuda dari dua desa tersebut kerap memicu ketegangan dan mengancam stabilitas keamanan di wilayah itu.
Dalam forum mediasi yang digelar, kedua kelompok pemuda sepakat mengakhiri konflik dan berkomitmen menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas). Deklarasi damai tersebut dibacakan oleh perwakilan pemuda Desa Duma sebagai simbol berakhirnya permusuhan.
Adapun isi kesepakatan damai yang ditegaskan meliputi.
Pemuda Desa Kira dan Duma bersepakat menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing,
Menolak segala bentuk provokasi serta penyebaran hoaks yang berpotensi memicu kekerasan,
Berkomitmen menghentikan segala bentuk tawuran antar kampung.
Deklarasi ini turut disaksikan oleh Kepala Desa Kira Fahrul Pandangan, Kepala Desa Duma Yoram Sumtaki, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.
Kapolres Halut, AKBP Erlichson Pasaribu, menegaskan bahwa upaya ini dilakukan untuk memutus rantai konflik yang selama ini berulang.
“Kami tidak ingin lagi ada tarkam di wilayah ini. Dengan deklarasi ini, mari kita jaga kamtibmas bersama dan hentikan konflik yang merugikan semua pihak,”tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu menyesatkan yang kerap memperkeruh suasana.
“Jangan terpancing hoaks. Kedamaian adalah kunci menjaga negeri Hibualamo tetap aman,”ucapnya.
Deklarasi damai ini diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi komitmen nyata seluruh elemen masyarakat untuk mengakhiri konflik dan membangun kembali persatuan di Halmahera Utara.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !