
Kilasmalut.com – Aksi pencurian terjadi di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Utara, Desa Gura, Kecamatan Tobelo. Pelaku diduga membobol brankas kantor dan menggasak uang puluhan juta rupiah. Kasus ini kini dalam penanganan pihak Kepolisian Resor Halmahera Utara.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui pada Selasa pagi (27/1) sekitar pukul 07.00 Wit. Menindaklanjuti laporan, aparat kepolisian bersama tim Inafis Polres Halmahera Utara langsung melakukan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian.
Kapolre Halut AKBP Erluchson Pasaribu melalui Kasat Reskrim Polres Halut Iptu Rinaldi Anwar mengatakan bahwa, berdasarkan keterangan resmi, proses olah TKP dimulai sekitar pukul 08.30 Wit. Tim piket dan Inafis tiba di Kantor Dinas Pertanian dan langsung memasang garis polisi (police line) untuk mengamankan lokasi. Selanjutnya, petugas melakukan pencarian sidik jari serta mengidentifikasi barang-barang yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian tersebut.
“Sekitar pukul 09.30 Wit, tim Inafis menyelesaikan olah TKP dan mengamankan brankas yang telah dibobol untuk dibawa ke Polres Halmahera Utara guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,”ucapnya. Selasa (27/1)
Salah satu saksi, Fengkentius Sumtaki (60), petugas kebersihan, mengungkapkan bahwa dirinya curiga setelah melihat pintu ruangan Bendahara dan Keuangan dalam kondisi terbuka saat tiba di kantor.
“Saya datang sekitar pukul 07.00 WIT untuk membersihkan kantor. Saat masuk, saya lihat pintu ruangan Bendahara sudah terbuka. Saya langsung berkeliling, dan ternyata hanya ruangan itu yang terbuka,”ujarnya.
Fengkentius kemudian menunggu pegawai lain datang. Tak lama berselang, Brian Jefri Nahadin, seorang PNS di kantor tersebut, tiba di lokasi. Keduanya kembali mengecek ruangan dan mendapati brankas sudah terbuka.
Saat menyisir ruangan lain, mereka menemukan grendel jendela ruang Perkebunan terbuka, serta terdapat jejak kaki di atas kursi dekat jendela, yang diduga menjadi jalur masuk pelaku.
Sementara saksi yang lain, Brian Jefri Nahadin (41), menambahkan bahwa setelah mengecek bagian belakang kantor, ia melihat jejak kaki pada tembok belakang ruang Perkebunan, menguatkan dugaan bahwa pelaku masuk dengan cara memanjat.
“Setelah melihat kondisi itu, saya langsung melaporkan kejadian ini ke grup WhatsApp kantor dan kepada Kepala Dinas Pertanian,”jelasnya.
Dari hasil sementara olah TKP, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa pencurian difokuskan pada brankas kantor. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp. 40 juta
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku serta menelusuri kemungkinan adanya kelalaian sistem pengamanan di kantor tersebut.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !