Kilasmalut.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Halmahera Utara selama dua hari berturut-turut sejak Selasa (6/1) hingga Rabu (7/1) 2026, memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Sejumlah sungai meluap, longsor terjadi di beberapa titik, rumah warga terendam banjir, hingga infrastruktur vital ikut ambruk.
Dampak paling parah terjadi di Kecamatan Galela Utara, tepatnya di Kali Aru, yang berada di perbatasan Desa Bobisingo dan Desa Dodowo. Oprik jembatan penghubung antar wilayah tersebut putus sepanjang kurang lebih 70 meter, akibat dihantam derasnya arus banjir.
Akibatnya, arus lalu lintas antara Kecamatan Galela Utara dan Kecamatan Loloda Utara lumpuh total, memutus aktivitas warga, distribusi barang, serta akses layanan dasar.
Kepala Desa Bobisingo, Mujir Bulele, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, jembatan darurat itu ambruk pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.00 WIT, saat intensitas hujan berada pada titik tertinggi.
“Oprik jembatan Kali Aru putus karena dihantam derasnya arus banjir. Curah hujan yang tinggi selama dua hari berturut-turut membuat debit air sangat besar dan menghantam badan jembatan,”ujar Mujir, Kamis (8/1).
Menurutnya, sebelum putus, aliran sungai Kali Aru telah meluap dan menggerus struktur penyangga jembatan. Kondisi tersebut diperparah dengan arus air yang deras dan berlangsung dalam waktu lama.
Hingga berita ini diturunkan, warga terpaksa menghentikan seluruh aktivitas lintas kecamatan. Sebagian warga bahkan harus mencari jalur alternatif untuk kepentingan ke Tobelo.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan, mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah dan urat nadi perekonomian warga di Galela Utara dan Loloda Utara.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !