
Kilasmalut.com – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Utara (Halut) melakukan Kunjungan Kerja (Kuker) ke Kali Ake Aru, Kecamatan Galela Utara, yang jembatannya putus akibat diterjang banjir besar beberapa waktu lalu.
Kerusakan infrastruktur vital ini telah memutus akses utama antara Kecamatan Galela Utara dan Loloda Utara, sekaligus melumpuhkan aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Kunjungan lapangan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung DPRD untuk memastikan proses pembangunan jembatan berjalan cepat dan tidak berlarut-larut. DPRD menegaskan, keterlambatan penyambungan kembali jembatan akan berdampak serius terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi di wilayah utara Halmahera.
“Iya, hari ini kami 30 anggota DPRD Halut melakukan kunjungan kerja ke Kali Ake Aru. Kami meninjau langsung pekerjaan jembatan yang sementara dikerjakan agar secepatnya bisa disambung kembali,”ujar Wakil Ketua DPRD Halut, Abdilla Bailusy, Kamis (22/1).
Menurutnya, putusnya jembatan Ake Aru memaksa seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, menyeberangi sungai secara langsung. Kondisi ini tidak hanya membahayakan keselamatan warga, tetapi juga menghambat arus barang dan jasa antarwilayah.
“Harapan kami pekerjaan ini tidak boleh lambat. Jembatan harus segera difungsikan kembali agar aktivitas masyarakat normal dan roda ekonomi bisa cepat pulih,”tegasnya.
DPRD Halut menilai, jembatan Ake Aru bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan urat nadi penghubung dua kecamatan. Karena itu, DPRD mendesak pihak pelaksana dan pemerintah daerah untuk menjadikan percepatan pembangunan sebagai prioritas utama, demi mengakhiri isolasi dan penderitaan warga pascabanjir.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !