Kilasmalut.com – Tim Satuan Tugas (Satgas) penanganan banjir di Desa Doitia, Kecamatan Loloda Utara, masih berjibaku di tengah kondisi cuaca ekstrem. Hujan deras disertai angin kencang yang terus mengguyur sejak pagi hingga sore hari menghambat proses pembersihan lumpur, drainase, dan rumah-rumah warga terdampak.
Kepala BPBD Halmahera Utara, Hentje Hetharia, mengakui kondisi alam menjadi tantangan utama di lapangan.
“Kendala utama di lokasi bencana adalah cuaca yang tidak bersahabat. Hujan turun terus-menerus dari pagi sampai sore, sehingga pembersihan drainase belum bisa maksimal,”ujar Hentje.
Ia menjelaskan, lumpur yang telah diangkat dari parit dan saluran air kembali terisi akibat derasnya aliran hujan. Situasi ini diperparah oleh aliran Sungai Doitia yang tersumbat dan membelok, sehingga air meluap dan kembali merendam sejumlah rumah warga.
Meski demikian, tim satgas tidak menghentikan operasi. Pembersihan drainase di sepanjang sisi jalan tetap dilakukan, bersamaan dengan pengangkatan endapan lumpur dan pasir menggunakan karung dan argo. Material tersebut ditumpuk di sisi laut sebagai bendung darurat untuk menahan limpasan air.
Selain itu, pembersihan lumpur di dalam rumah-rumah warga terus berjalan, sambil dilakukan pendataan penerima Bantuan Non-Beras (BNBA) yang hingga kini masih tersisa 12 kepala keluarga.
“Upaya pembersihan dan pendataan tetap kami lakukan di tengah keterbatasan cuaca,”tutupnya.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !