
Kilasmalut.com – Dinamika perbedaan pilihan politik di tengah masyarakat merupakan keniscayaan dalam sistem demokrasi. Namun di tengah kejenuhan publik terhadap pola lama dan wajah-wajah politik yang itu-itu saja, muncul dorongan kuat akan hadirnya alternatif baru yang dinilai lebih berani dan berpihak.
Partai Gerakan Rakyat menyatakan diri hadir bukan sekadar sebagai peserta demokrasi, tetapi sebagai kekuatan politik yang membawa agenda perjuangan hak-hak sipil, keadilan sosial, dan kedaulatan rakyat melalui jalur konstitusional.
Di bawah kepemimpinan putra daerah Maluku Utara, Sahrin Hamid, partai ini mulai memposisikan diri sebagai opsi baru bagi masyarakat yang menginginkan pembaruan nyata, bukan sekadar slogan.
Mengusung semangat integritas dan perubahan, Partai Gerakan Rakyat menegaskan komitmennya untuk membangun politik yang bersih, berani, dan berorientasi pada kepentingan rakyat luas bukan kepentingan segelintir elite.
Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Halmahera Utara, Mujril Musa, menegaskan bahwa perbedaan pilihan tidak boleh menjadi pemicu polarisasi. Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat dan loyalis partai untuk tetap menjaga stabilitas politik serta keamanan di Provinsi Maluku Utara.
“Demokrasi harus dijalankan dengan kedewasaan. Perbedaan adalah kekuatan, bukan alasan untuk perpecahan,”tegasnya. Rabu (18/2).
Ia menekankan, kedewasaan berpolitik dan komitmen menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Maluku Utara yang damai, stabil, dan bermartabat di tengah dinamika politik yang terus bergerak.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !