
Kilasmalut.com – Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Integrated Terminal (IT) Jayapura menggelar Pelatihan dan Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal Bergizi di Pantai Base-G, Jayapura.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program CSR Posyandu Berdaya Imbi yang berfokus pada penguatan gizi berbasis potensi lokal.
Pelatihan menghadirkan Charles Toto, aktivis pangan lokal yang dikenal sebagai Papua Jungle Chef. Kegiatan ini diarahkan untuk mendukung upaya penanganan stunting akibat kekurangan gizi dengan pendekatan komprehensif, mengingat persoalan stunting memiliki faktor penyebab yang multidimensional.

“Kami ingin mengubah persepsi bahwa makanan bergizi itu harus mahal atau sulit dicari. Dengan kreativitas, bahan yang ada di sekitar rumah seperti sayur lilin dan keladi bisa diolah menjadi hidangan menarik yang disukai anak-anak,”ujar Charles, Minggu (22/2).
Dalam sesi demonstrasi, Charles mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian modern, salah satunya Sushi Keladi. Keladi tumbuk digunakan sebagai pengganti nasi yang memiliki indeks glikemik lebih rendah. Daun gedi dimanfaatkan sebagai pengganti nori karena kaya antioksidan dan baik untuk pencernaan. Sementara isian menggunakan sayur lilin, alpukat, dan aneka ikan sebagai sumber protein, lemak sehat, serta serat.
“Bahannya mudah ditemukan dan merupakan pangan sehari-hari masyarakat. Tinggal bagaimana kita mengolahnya agar lebih menarik,”tambahnya.
Melalui pelatihan ini, para kader posyandu dibekali keterampilan pengolahan pangan bergizi yang akan diteruskan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak usia sekolah (5–9 tahun), remaja, dan lansia.
Kader Posyandu Cenderawasih, Heni Purwati, mengakui bahwa selama ini pihaknya kerap mengalami kendala dalam mengolah ikan karena aroma amis yang sulit dihilangkan, sehingga kurang diminati anak-anak. Namun melalui pelatihan tersebut, para kader mendapatkan teknik baru yang dinilai efektif menghilangkan bau amis.
“Selama ini kami sering kesulitan mengolah ikan karena masih menyisakan bau amis. Setelah mengikuti demo masak, kami belajar teknik yang tepat sehingga hasilnya tidak amis dan lebih disukai anak-anak,”ujarnya.
IT Manager Jayapura, James W. Muabuay, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan memasak, melainkan bagian dari upaya pelestarian budaya kuliner Papua melalui inovasi berbasis pangan lokal. Menurutnya, pengolahan kreatif tanpa meninggalkan cita rasa khas dapat menjadi penguatan ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan.
“Kehadiran Papua Jungle Chef diharapkan mampu menginspirasi para ibu dan kader posyandu agar semakin berdaya dan kreatif dalam memanfaatkan kekayaan alam Papua. Pemenuhan gizi yang berkualitas merupakan fondasi penting dalam membangun generasi Jayapura yang sehat, cerdas, dan unggul,”kata James.
Melalui Program Posyandu Berdaya Imbi, Pertamina Patra Niaga optimistis dapat berkontribusi nyata dalam menekan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Imbi secara berkelanjutan.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !