160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Ditengah Kesibukan, Wabup Halut Lahirkan Buku Baru, Tiga Tokoh Malut Angkat Jempol

Narasumber pembedah buku Pendidikan Sebagai Strategi Kebudayaan yang ditulis oleh Dr. Hi. Kasman Hi. Ahmad, yakni Prof. Gufran A. Ibrahim, Prof. Julianus Majau, Drs. A. Malik Ibrahim, yang dipandu oleh Drs. Darwis Humah.
750 x 100 AD PLACEMENT

Kilasmalut.com – Wakil Bupati Halmahera Utara (Halut), Dr. Hi. Kasman Hi. Ahmad, kembali menunjukkan kiprahnya di dunia intelektual dengan meluncurkan buku berjudul “Pendidikan Sebagai Strategi Kebudayaan”.

Buku ini resmi dilaunching dan dibedah oleh tiga tokoh, yakni Prof. Dr. Gufran A. Ibrahim, Prof. Julianus Majau, dan Drs. A. Malik Ibrahim, yang dipandu langsung oleh Drs. Darsis Humah, pada Jumat (5/9) malam di kediaman Wabup.

Acara ini turut dihadiri Bupati Halut Dr. Piet Hein Babua, Sekda E. J. Papilaya, Ketua DPRD Cristina Lesnusa, para akademisi, pimpinan OPD, hingga organisasi kepemudaan.

Prof. Gufran A. Ibrahim dalam paparannya memberikan apresiasi tinggi kepada penulis.”Di tengah kesibukannya sebagai Wakil Bupati, beliau tetap mampu melahirkan karya bermutu. Ini menunjukkan kapasitas multitasking yang jarang dimiliki. Bahkan, dalam setahun beliau mampu menyelesaikan dua buku. Ini prestasi langka,”puji mantan Rektor Unkhair itu.

750 x 100 AD PLACEMENT

Sementara itu, Prof. Julianus Majau menilai hadirnya buku ini penting sebagai ruang dialektika pemikiran.”Kepala daerah tidak cukup hanya mengelola administrasi. Ia harus membangun gagasan kritis agar publik memiliki ruang wacana. Tanpa itu, kebijakan publik kehilangan arah,”tegasnya.

Baca Juga :  Rutan Soasiu Turun Tangan Bersihkan Kadaton Tidore, Bukti Nyata Peduli Warisan Budaya

Pembedah ketiga, Drs. A. Malik Ibrahim, menyoroti buku ini sebagai refleksi kepemimpinan berbasis humanitas.”Kepemimpinan bukan lagi sekadar kompetisi otoritas, tapi kolaborasi kemanusiaan. Buku ini membedah dimensi sejarah, sosial, dan budaya Pangaji serta adaptasinya di era modern. Ini sejalan dengan teori Darwin: Survival of the fittest. Yang bertahan bukan yang terkuat, tapi yang paling adaptif,”jelasnya.

Baca Juga :  Polres Halut Grebek Tambang Emas Ilegal Di Malifut, 2 Penambang Berhasil Diamankan

Malik menambahkan, kunci keberlangsungan suatu bangsa adalah inovasi yang lahir dari pendidikan dan kebudayaan. “Buku ini memberi pesan, hanya dengan membangun tradisi berpikir kritis dan berbudaya kita bisa bertahan di tengah arus perubahan global,” tuturnya.(red)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !