160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Dari Organisasi ke Pengabdian, Wabup Halut Dorong Diaspora Kader Pemuda Muhammadiyah

Wakil Bupati Halut, Dr. Hi. Kasman Hi. Ahmad

Kilasmalut.com – Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Hi. Kasman Hi. Ahmad, menegaskan bahwa kader Pemuda Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada romantisme organisasi semata. Kader harus berani keluar, menyebar, dan mengabdi di berbagai lini strategis bangsa.

Penegasan itu disampaikan Kasman saat menjadi pemateri dengan tema “Diaspora Kader, Organisasi ke Pengabdian” dalam kegiatan Baitul Arqam Madya (BAM) Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Maluku Utara, yang digelar di Grand Majang Hotel, Kota Ternate, Jumat (26/12).

Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah merupakan ortom strategis yang berada di “titik tengah” seluruh struktur kaderisasi Muhammadiyah, sehingga memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak kader unggul dan berdaya saing.

“Pemuda Muhammadiyah adalah kader yang disiapkan menuju kesuksesan. Ia bukan organisasi pelengkap, tapi mesin utama lahirnya kader pemimpin,”tegas Kasman.

Ia menekankan, kader Pemuda Muhammadiyah wajib mewarisi trilogi kader Muhammadiyah, yakni sebagai Kader Persyarikatan, Kader Umat, dan Kader Bangsa. Ketiganya, kata Kasman, tidak bisa dipisahkan dan harus diwujudkan dalam kerja nyata, bukan sekadar jargon.

Wakil Bupati Halut, Dr. Hi. Kasman Hi. Ahmad, sampaikan materi di BAM PWPM Malut.(foto/Chalo)

Lebih jauh, Kasman menyentil stagnasi kader yang hanya berputar di internal organisasi tanpa keberanian menembus ruang-ruang strategis publik.

Baca Juga :  Pemda Halut Lepas Personil Gabungan Dan Kirim Logistik Ke Loloda Utara

“Kader harus didistribusikan ke berbagai instansi, baik negeri maupun swasta. Jangan biarkan kader hanya ramai di forum, tapi absen di pusat-pusat pengambilan kebijakan,”ujarnya lugas.

Ia juga mendorong PWPM Maluku Utara agar memperluas pengkaderan hingga ke seluruh kabupaten/kota, demi memastikan regenerasi berjalan masif dan berkelanjutan.

“Kita harus memperbanyak kader Muhammadiyah di Maluku Utara. Daerah ini butuh kader yang punya kapasitas, integritas, dan visi masa depan,”ujarnya.

Kasman menutup dengan pesan tegas: organisasi hanya alat, pengabdian adalah tujuan. Pemuda Muhammadiyah, katanya, harus tampil sebagai kekuatan perubahan, bukan sekadar penonton sejarah.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !