160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Bentrok Antara Pemuda Pecah Di Galela Barat, Aparat Gabungan Sisir 2 Desa, Senapan Angin Hingga Miras Disita

Polres Halut sita senapan angin milik warga pasca konflik dua desa di Galela Barat.(istimewa)

Kilasmalut.com – Kepolisian Resor Halmahera Utara bersama aparat gabungan TNI–Polri bergerak cepat menyisir dan menggelar razia di Desa Kira dan Desa Duma, Kecamatan Galela Barat, Selasa (31/3), menyusul bentrokan antar pemuda yang sempat memanaskan situasi.

Langkah tegas ini diambil untuk meredam konflik yang berpotensi meluas. Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan sejumlah senjata tajam, senapan angin, hingga minuman keras tradisional.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, menegaskan bahwa tindakan cepat ini merupakan respons langsung atas laporan bentrokan warga yang dipicu aksi kekerasan.

“Begitu ada laporan bentrok, kami langsung turun bersama TNI. Tidak boleh ada ruang bagi aksi-aksi yang mengganggu keamanan,”tegasnya.

Dipicu Pemukulan, Konflik Meledak

Kericuhan bermula dari dugaan aksi pemukulan terhadap seorang pemuda, Naufal Bajak, di Desa Duma. Korban yang saat itu melintas dari Desa Kira menuju Gotalamo diduga diserang oleh sekelompok pemuda.

Baca Juga :  Diduga Pekerjaan Belum Rampung, Pencairan Proyek 100 Persen, PP FORMAPAS Desak KPK Periksa Ema Amalia

Dalam kondisi panik, korban melarikan diri dan melaporkan kejadian tersebut kepada keluarganya. Informasi ini dengan cepat memicu emosi warga Desa Kira hingga terjadi konsentrasi massa.

Situasi semakin memanas saat warga Desa Duma ikut terpancing. Aksi saling lempar tak terhindarkan dan berujung pada bentrokan terbuka antar dua desa.

Aparat Turun Tangan, Massa Dibubarkan

Menanggapi eskalasi konflik, aparat gabungan langsung diterjunkan. Satu pleton Brimob dan satu pleton TNI dikerahkan untuk membubarkan massa dan mengendalikan situasi.

“Anggota langsung bergerak dan berhasil membubarkan kedua kelompok sebelum konflik meluas,”jelas Kapolres.

Senjata Hingga Miras Diamankan

Usai bentrokan, aparat melakukan penyisiran intensif di dua desa. Hasilnya, sejumlah barang berbahaya berhasil diamankan.

Di Desa Kira, polisi mengamankan dua warga yang kedapatan membawa senjata tajam jenis parang. Selain itu, ditemukan satu senapan angin lengkap dengan teleskop serta perlengkapannya.

Baca Juga :  GP Ansor Halut Desak Polres Halut Segera Tangkap Pelaku Pelemparan Pawai Obor Di Tobelo

Tak hanya itu, dari rumah warga juga ditemukan komponen senapan angin serta dua galon minuman keras tradisional jenis cap tikus.

“Seluruh barang bukti beserta pemiliknya telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut,”tegas Kapolres.

Polisi Tegaskan, Semua Pelaku Diproses

Kapolres memastikan seluruh pihak yang terlibat akan diproses sesuai hukum, termasuk pemilik senjata ilegal dan oknum pemicu kerusuhan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, terutama oleh informasi yang beredar di media sosial.

“Mari sama-sama kita jaga Bumi Hibulamo. Saya minta masyarakat menahan diri agar konflik seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.

Situasi Berangsur Kondusif

Saat ini, kondisi di Halmahera Utara mulai berangsur kondusif. Aparat masih bersiaga, termasuk satu pleton BKO Samapta Polda Maluku Utara yang ditempatkan untuk mengantisipasi bentrokan susulan.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !