Kilasmalut.com – Hingga lebih dari sepekan pascabanjir yang melanda Kabupaten Halmahera Utara (Halut) sejak 7 Januari hingga 17 Januari, kondisi di sejumlah wilayah terdampak masih belum sepenuhnya kondusif, terutama di Kecamatan Kao Barat dan Loloda Utara.
Di tengah keterbatasan dan situasi darurat, berbagai elemen terus bekerja keras melalui peran dan platform masing-masing untuk membantu masyarakat korban bencana.
Sebagai wujud solidaritas kemanusiaan, Asosiasi Mahasiswa Pemuda Pelajar Tobelo Galela Malifut Morotai Loloda Kao (AMPP-TOGAMMOLOKA) Provinsi Maluku Utara berkolaborasi dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Halmahera Utara, menyalurkan bantuan sembako ke posko bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara.
Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
Pelaksana Tugas Ketua Cabang PMII Halmahera Utara, Hasan Eteke, menegaskan bahwa aksi kemanusiaan harus menjadi prioritas utama dalam situasi bencana.”Kemanusiaan jauh lebih penting dari apapun,”tegas Hasan. Sabtu (17/1).
Senada dengan itu, Ketua Umum AMPP-TOGAMMOLOKA Maluku Utara, Muhammad Iram Galela, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang masih konsisten menunjukkan kepedulian terhadap korban banjir.
“Saya mengapresiasi semua pihak, khususnya organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan yang tetap solid membantu masyarakat terdampak banjir atas nama kemanusiaan. Nilai solidaritas ini harus terus kita jaga demi kepentingan bersama. Semoga daerah kita segera pulih dan kembali kondusif,”ujarnya.
Aksi kolaboratif ini menjadi bukti bahwa solidaritas pemuda dan mahasiswa masih menjadi kekuatan penting dalam merespons bencana serta menguatkan harapan masyarakat di tengah situasi darurat.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !