Kilasmalut.com – Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) Kabupaten Halmahera Utara menggebrak pola pembinaan sepak bola usia dini dengan menggelar Turnamen APSSI Cup I memperebutkan Piala Bupati, untuk kategori usia 10 hingga 12 tahun, pada 5 sampai 8 Februari 2026.
Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan penegasan standar baru. Sebanyak 45 Sekolah Sepak Bola (SSB) telah mendaftar, dengan satu syarat mutlak, setiap tim wajib ditangani pelatih berlisensi. Tanpa lisensi, tidak ada toleransi.
Ketua APSSI Halut, M. Rifai Alting, menegaskan bahwa era pembinaan asal-asalan harus diakhiri.
“Sepak bola Halut tidak bisa lagi berjalan tanpa standar. Tim harus ditangani pelatih berlisensi agar pertandingan tertib, aman, dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan,”tegas Rifai, Jumat (30/1).

Sementara Ketua Panitia Turnamen, Sudirman Paliema, menyebut APSSI Cup I sebagai titik awal pembenahan serius pembinaan sepak bola usia dini di Halmahera Utara.
“Ini turnamen usia dini pertama yang kami gelar. Fokus kami masih SSB di wilayah Halut. Bulan Juli nanti, kami lanjutkan kategori usia 13 hingga 17 tahun,”jelasnya.
Ia menambahkan, kebijakan pelatih berlisensi bukan sekadar aturan turnamen, melainkan standar permanen yang ingin ditegakkan APSSI Halut dalam setiap kompetisi ke depan.
Turnamen APSSI Cup I usia dini akan dipusatkan di lapangan samping GOR Halmahera Utara. APSSI Halut turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Halmahera Utara atas dukungan terhadap pelaksanaan turnamen yang dinilai sebagai langkah strategis menyelamatkan masa depan sepak bola Halut. (red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !