Kilasmalut.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) memobilisasi alat berat ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Loloda Utara guna membuka kembali akses jalan darat yang terputus, khususnya menuju Desa Doitia.
Mobilisasi alat berat tersebut secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Halmahera Utara, Kasman Hi Ahmad, pada Senin (19/1) pagi, sebagai langkah percepatan penanganan bencana sekaligus membuka jalur distribusi bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak.
Kasman mengungkapkan, terhambatnya akses darat akibat timbunan material longsor dan luapan banjir selama ini menjadi kendala utama dalam penyaluran bantuan. Kondisi tersebut membuat tim penanggulangan bencana kesulitan menjangkau lokasi-lokasi terdampak secara optimal.
“Selama ini bantuan hanya bisa disalurkan melalui jalur laut. Namun cuaca yang tidak menentu turut memperlambat proses distribusi,”ujar Kasman.
Setelah melalui kajian teknis di lapangan, kata dia, akses darat dinilai masih memungkinkan untuk dibuka kembali. Atas dasar itu, pemerintah daerah memutuskan menurunkan alat berat guna membersihkan material longsor dan membuka jalur alternatif menuju wilayah bencana.
“Alat berat ini diturunkan untuk membuka kembali akses darat. Sasaran utama adalah Desa Doitia. Namun sebelumnya akan berhenti di Desa Tate untuk melakukan pembersihan dan penataan ruas jalan yang rusak, sebelum dilanjutkan ke Doitia sebagai titik akhir,”jelasnya.
Kasman menegaskan, penanganan bencana di Loloda Utara dilakukan secara serius dan terkoordinasi dengan melibatkan seluruh unsur terkait, mulai dari perangkat daerah, aparat keamanan, hingga relawan.
Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk tanggung jawab dan komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam memastikan keselamatan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
“Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar upaya kemanusiaan ini berjalan lancar dan segera tuntas,”bebernya.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halmahera Utara, Wiliam Jesayas, menyampaikan bahwa proses pembersihan dan pembukaan akses jalan ditargetkan rampung dalam waktu tiga hari.
“Pekerjaan akan dilakukan dengan mengerahkan dua unit ekskavator agar akses darat dapat segera difungsikan kembali,”pungkasnya.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !