
Kilasmalut.com – Puluhan rumah warga di Desa Tolonou Selatan, Kecamatan Tobelo Utara, dilaporkan terendam air laut akibat gelombang tinggi yang menghantam wilayah pesisir pada Rabu (18/3) sekitar pukul 16.35 WIT.
Air laut dengan cepat masuk ke permukiman warga, khususnya di RT 01, setelah gelombang tinggi melampaui batas penahan yang dinilai tidak memadai. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena kejadian serupa berpotensi terulang setiap kali cuaca ekstrem melanda.
Kepala Desa Tolonou Selatan, Abdul Syahril Kokodaka, mengungkapkan bahwa peristiwa ini dipicu oleh gelombang tinggi yang terjadi sejak dini hari, yang kemudian memuncak pada sore hari hingga merendam puluhan rumah warga.
“Puluhan rumah warga di RT 01 terendam akibat gelombang tinggi. Air laut masuk ke permukiman karena talud yang ada terlalu rendah sehingga tidak mampu menahan terjangan air,”ujarnya.
Sorotan utama warga kini tertuju pada kondisi talud penahan ombak yang dianggap tidak layak. Struktur yang terlalu rendah dinilai menjadi penyebab utama jebolnya perlindungan kawasan pesisir tersebut.
Abdul Syahril menegaskan, masyarakat pesisir membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah, terutama dalam pembangunan infrastruktur perlindungan pantai yang lebih memadai.
“Kami berharap ke depan pemerintah daerah lebih memperhatikan masyarakat pesisir. Talud ini perlu ditinggikan atau disambung agar kejadian serupa tidak terus berulang saat gelombang tinggi,”tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun warga diimbau tetap waspada mengingat potensi gelombang tinggi masih dapat terjadi sewaktu-waktu.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !