
Kilasmalut.com -Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Halmahera Utara melontarkan kritik keras terhadap oknum anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Halut-Morotai berinisial AK alias Aksandri.
Pernyataan Aksandri di grup WhatsApp organisasi Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menuai gelombang sorotan. Pasalnya, narasi yang disampaikan dinilai tidak hanya kontroversial, tetapi juga menyeret nama Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Hi. Kasman Hi. Ahmad, dengan bahasa yang dianggap tidak pantas.
Dalam tangkapan layar yang beredar, Aksandri menulis. “KK Sek dan seluruh teman-teman GAMKI, yang namanya kegiatan yang dibuat oleh Kasman, STOP IKUT, apalagi buku-buku dan kegiatan itu, foya-foya saja itu”.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk IKA PMII Halut yang menilai ucapan tersebut jauh dari etika seorang pejabat publik.
Sekretaris IKA PMII Halut, Nasrullah Kaiyeli, menegaskan bahwa sikap yang ditunjukkan oknum legislator tersebut mencerminkan rendahnya kualitas komunikasi publik.
“Pernyataan itu sangat tidak beretika. Ini bukan hanya soal perbedaan pandangan, tapi soal cara berbicara yang mencerminkan minimnya literasi dan kedewasaan sebagai wakil rakyat,”tegas Nasrullah.
Ia menambahkan, sebagai pejabat publik, anggota DPRD seharusnya menjadi contoh dalam menjaga tutur kata, bukan justru memproduksi narasi yang berpotensi memperkeruh suasana dan merendahkan pihak lain.
IKA PMII Halut pun mendesak agar yang bersangkutan segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik sekaligus meminta maaf atas pernyataan yang dinilai telah mencederai etika komunikasi publik.
“Jangan sampai ruang-ruang komunikasi publik, apalagi yang melibatkan pejabat, justru diisi dengan narasi kasar dan tidak mendidik. Ini berbahaya bagi kualitas demokrasi kita,”tutupnya.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !