Kilasmalut.com – Derita korban banjir di Desa Worimoi, Kecamatan Loloda Utara, kian memilukan. Di tengah rumah terendam, lumpur menutup fasilitas umum, dan malam yang gelap tanpa listrik, BPBD Halmahera Utara justru dituding abai dan tidak berpihak kepada warga.
Kepala BPBD Halut disebut menolak memberikan bantuan genset kepada warga Worimoi, dengan alasan desa tersebut tidak mengalami dampak separah Desa Doitia, meski faktanya rumah warga, jalan desa, dan fasilitas umum ikut terendam banjir bandang.
“Kami diminta bertahan dalam gelap. Kaban BPBD bilang genset bukan untuk Worimoi karena banjir di sini dianggap tidak separah Doitia. Ini sungguh tidak manusiawi,”ungkap salah satu warga, Natki, Senin (12/1).
Pernyataan tersebut justru memantik kemarahan dan tanda tanya besar di kalangan warga. Mereka mempertanyakan logika dan keadilan pemerintah daerah dalam menangani bencana.
Warga menegaskan, Bupati Halmahera Utara sendiri telah turun langsung ke Worimoi dan menyaksikan rumah-rumah terendam air bercampur lumpur, akses desa terganggu, serta kondisi warga yang sangat memprihatinkan.
“Kalau pak Bupati sudah lihat sendiri penderitaan kami, kenapa BPBD masih menganggap kami tidak cukup layak dibantu,”katanya.
Lebih ironis, saat BPBD memilih bungkam dan pasif, pembersihan desa justru dilakukan oleh aparat kepolisian dan warga setempat, tanpa dukungan peralatan memadai dari instansi yang justru memiliki mandat utama penanggulangan bencana.
Warga menilai penanganan bencana oleh BPBD Halut terkesan tebang pilih, menciptakan kesan bahwa ada desa yang dianakemaskan dan ada yang diabaikan.
“Kami sangat membutuhkan penerangan. Jangan ada perlakuan sepihak. Kami sama-sama korban banjir, tapi pelayanan yang kami terima seperti warga kelas dua,”tegasnya.
Situasi ini memunculkan desakan agar Bupati Halmahera Utara segera mengevaluasi kinerja Kepala BPBD, karena di tengah bencana, ketidakadilan dalam pelayanan sama buruknya dengan bencana itu sendiri.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !