Kilasmalut.com – Pimpinan Pusat Partai Nasional Demokrat (NasDem) resmi melantik Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Maluku Utara, Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I dilaksanakan di Benteng Orange, Kota Ternate, Sabtu (10/1) pukul 14.00 Wit. Sementara Rakerwil akan dilaksanakan di Bela Hotel pada pukul 19.00 Wit.
Kegiatan strategis partai tersebut dihadiri langsung oleh jajaran elit DPP Partai NasDem, di antaranya Sekretaris Jenderal DPP NasDem Hermawi F. Taslim, Wakil Ketua DPP NasDem Saan Mustopa, serta sejumlah pengurus pusat. Selain itu, seluruh pengurus DPD NasDem Kabupaten/Kota se-Maluku Utara turut menghadiri agenda konsolidasi tersebut.
Dalam pelantikan ini, Hj. Husni Bopeng resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPW Partai NasDem Maluku Utara 2025-2030 didampingi Helmi Umar Muchsin sebagai Sekretaris, Aurelia Indah Mole sebagai Bendahara, serta Muchlis Tapi-Tapi sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu).
Dalam sambutannya, Husni Bopeng secara terbuka melakukan evaluasi terhadap perjalanan politik NasDem di Maluku Utara. Ia mengakui bahwa NasDem pernah mencetak satu kursi DPR RI pada Pemilu 2014–2019 dan mampu mempertahankannya pada Pemilu 2019–2024, namun harus kehilangan kursi tersebut pada Pileg 2024–2029.
“Pada Pileg kemarin kita kehilangan kursi DPR RI karena kita kehilangan komitmen dalam membangun partai ini. Ini harus menjadi pelajaran penting. Pada Pileg 2029 mendatang, kita wajib mengamankan kembali satu kursi DPR RI,”tegas Husni.
Ia menekankan bahwa kunci kebangkitan NasDem Maluku Utara terletak pada penguatan struktur organisasi hingga ke akar rumput. Ia secara tegas meminta seluruh DPD Kabupaten/Kota segera membentuk kepengurusan cabang dan ranting, agar partai tidak kehilangan basis massa di tingkat bawah.
“Saya berharap seluruh DPD di Kabupaten/Kota segera membentuk cabang dan ranting. Jika perlu, saya siap turun langsung untuk melantik,”ujarnya.
Menurut Husni, pembentukan struktur partai tidak boleh dilakukan secara dadakan menjelang Pemilu karena akan berdampak pada lemahnya kerja politik di lapangan.
“Kalau cabang dan ranting baru dibentuk menjelang Pileg atau Pemilu, itu sudah terlambat. Konsolidasi tidak akan maksimal. Dari sekarang kita harus bentuk dan perkuat struktur, supaya kerja politik kita matang dan solid sampai ke tingkat bawah,”pungkasnya.
Rakerwil I ini sekaligus menjadi momentum awal konsolidasi NasDem Maluku Utara untuk menata kembali strategi politik menuju Pemilu 2029, dengan fokus pada penguatan organisasi, disiplin kader, dan kerja nyata di tengah masyarakat.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !