Kilasmalut.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) secara resmi melepas personel gabungan sekaligus mengirimkan bantuan logistik bagi korban bencana alam di Kecamatan Loloda Utara. Pelepasan berlangsung di Pelabuhan Tobelo, Sabtu (10/1), sebagai bentuk respon cepat atas kondisi darurat yang masih berlangsung di wilayah tersebut.
Personel yang diberangkatkan melibatkan unsur lintas sektor, mulai dari TNI/Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim SAR, hingga tenaga kesehatan. Langkah ini menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan penanganan bencana berjalan terkoordinasi dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat terdampak.
Selain pengerahan personel, Pemda Halut juga mengirimkan bantuan logistik berupa air mineral, makanan siap saji, tempat tidur, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya untuk menopang kehidupan warga selama masa tanggap darurat di Loloda Utara.
Acara pelepasan turut dihadiri Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd., Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf. David Sutrisno Sirait, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, Ketua DPRD Halut Cristina Lesnussa, Sekretaris Daerah Halut Erasmus J. Papilaya, serta perwakilan OPD dan jajaran TNI/Polri.
Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua dalam arahannya menegaskan bahwa, hingga saat ini masih terdapat sejumlah wilayah yang terisolasi akibat bencana, dengan Kecamatan Loloda Utara sebagai kawasan terdampak paling serius. Salah satu desa yang mengalami kerusakan terparah adalah Desa Doitia.
“Berdasarkan hasil penelusuran tim BPBD di lapangan, di Desa Doitia terdapat sekitar 213 kepala keluarga atau 875 jiwa yang seluruhnya tidak lagi dapat menempati rumah mereka karena tertimbun lumpur dan pasir. Kondisi ini jelas tidak mungkin ditangani secara mandiri oleh masyarakat,”tegasnya.
Menurutnya, pengerahan personel gabungan dan distribusi logistik merupakan langkah kemanusiaan yang harus dilakukan secara cepat, terukur, dan bertanggung jawab. Fokus utama penugasan adalah pemulihan lingkungan permukiman warga agar masyarakat dapat segera kembali menempati rumah dan menjalani aktivitas normal.
Penanganan bencana di Loloda Utara ditargetkan berlangsung selama satu minggu sejak hari pelepasan. Apabila pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, personel akan ditarik kembali ke satuan masing-masing.
Untuk menjamin kesehatan masyarakat terdampak, pemerintah daerah juga menurunkan tiga orang dokter yang akan menetap sementara di lokasi bencana guna memastikan layanan kesehatan berjalan optimal.
Bupati Halmahera Utara turut menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Badan SAR Ternate, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam pengiriman personel dan bantuan logistik ke wilayah terdampak.
“Atas nama pemerintah daerah, saya bersama Wakil Bupati mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh personel. Laksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, utamakan keselamatan, dan hadirkan kembali semangat serta harapan bagi masyarakat Loloda Utara,”pungkasnya.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !