Kilasmalut.com – Angin perubahan berhembus keras di lingkup Pemerintahan Kabupaten Halmahera Utara. Bupati Dr. Piet Hein Babua dan Wakil Bupati Dr. Hi. Kasman Hi. Ahmad dikabarkan tengah menyiapkan reshuffle besar-besaran pada Desember 2025, sebuah langkah yang disebut bakal mengguncang kursi para pimpinan OPD hingga tingkat kepala bidang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah pimpinan OPD dan Kabid telah mengikuti asesmen sebagai syarat wajib bagi pejabat yang ingin dipromosikan atau dipertahankan pada posisi strategis.
Pemerintah daerah disebut ingin menutup ruang bagi pejabat “penumpang gelap” yang tak punya kapasitas kerja.
Namun rencana besar ini tidak luput dari sorotan keras Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Halmahera Utara. Mereka menilai, evaluasi total terhadap para pimpinan OPD adalah langkah wajib yang tak bisa ditawar.
IMM : Ada Kadis 10 Tahun Tidak Tersentuh!
Ketua PC IMM Halut, Arafik S. Lagawa dengan tegas menyebut, sejumlah pimpinan OPD selama bertahun-tahun “tidur nyenyak di kursi empuk” tanpa menghadirkan inovasi, khususnya OPD yang bertanggung jawab menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Bupati harus seleksi ketat OPD penghasil PAD yang tidak mampu memenuhi target. Jangan lagi dipertahankan pejabat yang tidak bekerja dan tidak punya inovasi,”tegasnya, Jumat (28/11).
IMM juga menyoroti fakta mencengangkan, ada pimpinan OPD yang tidak pernah diganti selama dua periode pemerintahan sebelumnya lebih dari 10 tahun menduduki jabatan yang sama. Mereka meminta Piet–Kasman tidak “me-warisi” budaya stagnan tersebut.
IMM mendesak Piet-Kasman untuk menerapkan standar kepemimpinan yang ketat dan berbasis kinerja, bukan loyalitas politik.
“Piet–Kasman harus selektif memilih pimpinan OPD lima tahun ke depan. Pilih Kadis yang punya etos kerja, inovasi, dan talenta. Kalau tidak punya jiwa inovasi, nonjob saja. Pejabat seperti itu tidak memberi dampak apa-apa untuk daerah ini,”tegasnya.
Desember disebut-sebut akan menjadi bulan paling panas dalam pemerintahan Piet–Kasman, antara mempertahankan mereka yang layak, menurunkan yang tumpul, atau menghabisi jaringan “status quo” yang sudah terlalu lama bercokol.(red)









