160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

DKP Malut Angkat Tangan, Laut Morotai Jadi Surga Kapal Pencuri Ikan, Anggaran Awasi Dipangkas Drastis

Staf pengawasan DKP Malut, Ahmad
750 x 100 AD PLACEMENT

Kilasmalut.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara secara gamblang mengaku tak berdaya menghadapi maraknya kapal pencuri ikan, terutama asal Bitung, yang kerap beroperasi di perairan Morotai.

Pengakuan itu disampaikan langsung oleh Staf Pengawasan DKP Malut, Ahmad, dalam rapat koordinasi di aula kantor Bupati Morotai, Senin (29/9).

Menurut Ahmad, kewenangan pengawasan yang kini sepenuhnya berada di tangan pemerintah provinsi tidak diimbangi dengan dukungan anggaran dan personel yang memadai. Akibatnya, kinerja pengawasan laut Maluku Utara lumpuh.

“Jujur saja, dalam empat tahun terakhir kita minim sekali melakukan pengawasan, terutama karena dukungan anggaran APBD sangat kecil. Tahun 2019 masih ada dekon pengawasan sekitar Rp1 miliar lebih, tapi sekarang tinggal sekitar Rp200 juta. Dengan luas wilayah laut Malut, jelas kita kewalahan,”tegas Ahmad.

750 x 100 AD PLACEMENT

Ia menambahkan, pada tahun 2025 ini ada sinyal dukungan dari Gubernur dan Kepala DKP yang baru, dengan alokasi anggaran tambahan untuk patroli. September lalu, DKP mulai melakukan operasi di perairan Taliabu dan Sula. Oktober nanti, operasi serupa dijadwalkan menyasar perairan Morotai dan Halut.

Baca Juga :  Polda Malut Musnahkan Ribuan Liter Miras, Kapolda : Patroli Terus Dilaksanakan

Fakta mengejutkan juga terungkap dari operasi di Kepulauan Sula. Tim menemukan 17 kapal asal Bitung beroperasi tanpa dokumen lengkap, bahkan ada yang tidak memiliki Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI).”Sudah kami tindak, dan mereka dikenai sanksi,”ujarnya.

Baca Juga :  PODSI Halut Jaring Atlet Dayung Berbakat Untuk Seleksi Kemenpora RI

Ahmad menegaskan, pencurian ikan ini sangat merugikan Maluku Utara. Hasil tangkapan nelayan luar daerah tidak pernah didaratkan di Malut, sehingga daerah dan nelayan lokal tidak mendapat manfaat apa pun.

“Kalau kondisi ini dibiarkan, masyarakat kita hanya jadi penonton di laut sendiri,”pungkasnya.(red)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !