160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Natasya Pulang Membawa Senyum, Keluarga Tak Henti Bersyukur Atas Kepedulian Haji Robert

Natasya Belvania Pawat, anak asal Halmahera Barat, Maluku Utara, mendapat pengobatan gratis dari NHM peduli.(dok.NHM)

Kilasmalut.com – Air mata haru dan rasa syukur mengiringi kepulangan Natasya Belvania Pawat, anak asal Halmahera Barat, Maluku Utara, yang akhirnya dinyatakan sehat setelah menjalani operasi dan perawatan akibat kelainan jantung bawaan di Jakarta.

Setelah hampir dua bulan menjalani perjuangan panjang untuk mendapatkan kesembuhan, Natasya akhirnya diperbolehkan pulang pada 4 Oktober 2026. Kepulangan itu menjadi momen yang sangat berarti bagi keluarga yang selama ini dengan penuh harap menanti kondisi kesehatan sang buah hati membaik.

Di balik kesembuhan Natasya, terselip cerita tentang kepedulian dan uluran tangan melalui program NHM Peduli, yang digagas Presiden Direktur PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Haji Romo Nitiyudo Wachjo atau yang akrab disapa Haji Robert.

Natasya diberangkatkan oleh tim NHM Peduli dari Ternate menuju Jakarta pada 5 Agustus 2026 untuk mendapatkan penanganan medis. Selama menjalani pengobatan, kebutuhan transportasi dan berbagai fasilitas pendukung perawatan ditanggung melalui program tersebut.

Medis NHM Peduli, dr. Syamsul Bahri, membenarkan kabar bahagia tersebut.”Alhamdulillah, setelah menjalani operasi dan perawatan kurang lebih dua bulan di Jakarta, akhirnya Natasya dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang,”ucapnya.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian NHM Peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan, khususnya anak-anak yang harus menghadapi kondisi medis serius.

Bagi tim NHM Peduli, membantu seorang anak mendapatkan kesempatan untuk sembuh bukan sekadar menjalankan sebuah program. Ada nilai kemanusiaan yang harus dikedepankan, terutama ketika pasien dan keluarganya berada dalam kondisi sulit.

Baca Juga :  Unipas Morotai Wisudakan 189 Sarjana

dr. Syamsul mengungkapkan, Haji Robert selalu berpesan kepada seluruh tim agar setiap bantuan diberikan dengan ketulusan, terlebih ketika berhadapan dengan anak-anak penderita penyakit jantung.

“Pak Haji Robert selalu berpesan kepada kami dan seluruh tim NHM Peduli, dalam membantu pasien anak dengan penyakit jantung harus pakai hati,”ujarnya.

Pesan tersebut, kata dia, menjadi pengingat bagi tim untuk tidak hanya melihat persoalan kesehatan dari sisi medis, tetapi juga memahami beban yang harus ditanggung keluarga pasien.

Sebab, ketika seorang anak harus menjalani operasi dan perawatan jauh dari kampung halaman, keluarga bukan hanya menghadapi persoalan kesehatan, tetapi juga kebutuhan biaya, transportasi, tempat tinggal dan berbagai kebutuhan lain selama proses pengobatan.

Dalam kondisi seperti itu, kehadiran bantuan menjadi sangat berarti. Setidaknya, keluarga dapat lebih tenang mendampingi anak mereka menjalani proses pengobatan tanpa harus sepenuhnya terbebani persoalan biaya.

Bagi keluarga Natasya, bantuan tersebut meninggalkan kesan yang sulit dilupakan.

Orang tua Natasya, Neys Natali, menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Haji Robert dan seluruh tim NHM Peduli yang telah membantu pengobatan putrinya hingga akhirnya dapat kembali dalam keadaan sehat.

“Terima kasih atas bantuan Pak Haji Robert dan Tim NHM Peduli. Berkat bantuan dan kepeduliannya, anak kami bisa sembuh,”kata Neys.

Baca Juga :  Proyek SPAM Rp. 13,4 Miliar Di Desa Kao Disorot, Pembayaran 100 Persen Diduga Dilakukan Saat Pekerjaan Belum Tuntas

Dengan suara penuh haru, Neys mengaku keluarganya tidak mampu membalas seluruh kebaikan yang telah diberikan selama Natasya menjalani pengobatan di Jakarta.

“Kami tidak bisa membalas semua kebaikan Pak Haji Robert dan seluruh tim NHM Peduli. Kami sekeluarga hanya bisa mengirimkan doa agar Pak Haji Robert dan keluarga besar NHM terus diberikan kesehatan dan umur panjang,”ungkapnya.

Bagi keluarga kecil Natasya, doa tersebut menjadi satu-satunya cara untuk membalas sebuah kebaikan yang menurut mereka begitu besar.

Sebab, ketika seorang anak berada dalam kondisi sakit dan keluarga berada dalam keterbatasan, uluran tangan yang datang di saat sulit bukan sekadar bantuan. Ia menjadi harapan, penguat dan jalan bagi sebuah keluarga untuk terus percaya bahwa kesembuhan masih mungkin diraih. Kini, Natasya telah kembali ke tanah kelahirannya.

Kepulangannya pada 4 Oktober 2026 bukan sekadar menandai berakhirnya rangkaian operasi dan perawatan di Jakarta. Lebih dari itu, kepulangan tersebut menjadi awal baru bagi Natasya untuk kembali bermain, tersenyum dan menjalani hari-hari bersama orang-orang yang dicintainya.

Bagi keluarganya, senyum Natasya setelah melewati masa-masa sulit menjadi hadiah yang tidak ternilai.

Dan di balik senyum itu, tersimpan rasa syukur yang mendalam kepada semua pihak yang telah membantu, terutama Haji Robert dan tim NHM Peduli yang hadir ketika keluarga mereka membutuhkan pertolongan.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!