160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Peringati HUT TNI Ke-81, Kodim 1508/Tobelo  Perkuat Sinergi Dan Rawat Perdamaian Di Halut

Kodim 1508/Tobelo peringati HUT TNI ke-81 dilapangan apel Makodim Tobelo.(istimewa)

Kilasmalut.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan Kodim 1508/Tobelo untuk memperkuat komitmen menjaga keamanan daerah, merawat perdamaian, serta mengajak masyarakat memutus mata rantai peninggalan konflik masa lalu.

Upacara HUT TNI ke-81 digelar di Lapangan Upacara Makodim 1508/Tobelo, Senin (5/10) sekitar pukul 08.00 Wit. Kegiatan dilanjutkan dengan acara syukuran di Gedung Pertemuan Makodim 1508/Tobelo.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Halut Dr. Hi. Kasman Hi. Ahmad, Sekda Halut E.J. Papilaya, Kapolres Halut AKBP Erlichson Pasaribu, Kajari Halut Rahmat, serta unsur Forkopimda lainnya.

Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa HUT TNI tahun ini memiliki makna strategis bagi Maluku Utara. Selain memperingati usia pengabdian TNI, momentum tersebut bertepatan dengan rencana pembentukan Kodam baru di Maluku Utara.

Menurutnya, kehadiran Kodam Moloku Kie Raha menjadi bagian dari penguatan sistem pertahanan dan keamanan di wilayah Maluku Utara.

“Ini bukan hanya momentum HUT TNI, tetapi juga ada peresmian Kodam baru, termasuk Kodam kita sendiri yang nantinya akan berpisah dari Kodam Pattimura,”ujar Ramdhani.

Namun, bagi Ramdhani, penguatan pertahanan tidak cukup hanya mengandalkan institusi militer. Stabilitas keamanan, kata dia, harus dibangun bersama masyarakat melalui pendekatan sosial dan komunikasi yang berkelanjutan.

Ia menyebut berbagai program teritorial yang selama ini dilakukan Kodim 1508/Tobelo, mulai dari pembangunan jembatan, sumur bor, rehabilitasi rumah hingga sekolah, menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dan kepercayaan dengan masyarakat.

Dari pendekatan tersebut, lanjutnya muncul respons positif berupa kesadaran warga untuk menyerahkan senjata api maupun amunisi yang masih tersimpan di rumah.

“Penyerahan senjata itu murni dari kesadaran masyarakat. Tidak ada paksaan maupun tekanan. Mereka secara sukarela menyerahkan senjata yang selama ini masih disimpan, sebagian merupakan peninggalan masa konflik,”jelasnya.

Ramdhani mengungkapkan, dari sekitar 75 pucuk senjata yang berhasil diamankan di wilayah kerja Korem 152/Baabullah, sebagian besar berasal dari wilayah Kodim 1508/Tobelo.

Baca Juga :  Maklumat Pusat Jadi Pegangan, Muhammadiyah Halsel Gelar Shalat Idul Fitri 20 Maret Di Bacan Selatan

Ia menilai capaian tersebut bukan semata-mata prestasi institusi, tetapi justru menjadi pengingat bahwa masih terdapat peninggalan konflik yang harus dituntaskan.

“Kalau disebut prestasi bisa juga, tetapi sebenarnya ini merupakan ancaman bagi kita. Karena itu, kesadaran masyarakat harus terus kita bangun. Senjata, baik organik maupun rakitan, jangan disimpan di rumah,”tegasnya.

Ramdhani memastikan pendekatan terhadap masyarakat akan terus dilakukan secara persuasif. Warga yang masih menyimpan senjata peninggalan konflik diminta tidak takut untuk menyerahkannya kepada aparat keamanan.

“Kita beri keyakinan kepada masyarakat agar menyerahkan secara sukarela. Daripada senjata itu disimpan lama di rumah dan menimbulkan ketidaktenangan, lebih baik diamankan dan dilaporkan kepada pimpinan,”katanya.

Ia menegaskan, Halut saat ini telah jauh meninggalkan masa konflik. Luka sejarah, menurutnya, harus menjadi pelajaran agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

“Halmahera Utara sudah melewati luka masa lalu. Luka itu sudah kita jahit. Kita harus belajar dari sejarah dan jangan sampai terulang. Damai itu indah. Kita tidak akan maju kalau terus terjebak dalam konflik,”tegas Ramdhani.

Kodim 1508/Tobelo gelar syukuran HUT TNI ke-81 di gedung pertemuan Makadim Tobelo.(istimewa)

Sementara, Wakil Bupati Halut, Dr. Hi. Kasman Hi. Ahmad menilai pesan utama HUT TNI ke-81 adalah pentingnya membangun integrasi, kolaborasi dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan daerah.

Menurut Kasman, keamanan bukan semata-mata tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Ia mengajak seluruh pimpinan daerah dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan kepada warga bahwa kondisi Halut saat ini telah aman dan damai.

“Kalau masih ada sisa-sisa senjata maupun peluru yang disimpan di rumah, mari kita ajak masyarakat untuk secara sukarela menyerahkannya kepada TNI maupun kepolisian,”kata Kasman.

Menurutnya, keberadaan senjata peninggalan konflik tidak hanya menjadi persoalan benda, tetapi juga dapat mempertahankan memori negatif masa lalu.

“Dengan menyerahkan senjata itu, kita memutus memori negatif konflik. Jangan sampai barang-barang tersebut tetap disimpan dan suatu saat menjadi sumber masalah baru,”ujarnya.

Baca Juga :  Polres Ternate Gelar Sosialisasi Germas Dan Skrining Kesehatan Bagi Personel

Kasman juga menekankan pentingnya sikap adaptif dan responsif terhadap dinamika keamanan, terlebih posisi geografis Halut yang berada di kawasan utara Maluku Utara dan berhadapan langsung dengan kawasan Pasifik.

Menurutnya, kondisi geopolitik dan geostrategis tersebut membutuhkan kewaspadaan sekaligus sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Kita berada di kawasan Pasifik yang memiliki potensi dinamika lintas negara. Karena itu, kita harus adaptif dan responsif terhadap setiap potensi persoalan sekecil apa pun,”katanya.

Ia juga menyinggung pengalaman sejarah kawasan Maluku Utara yang pernah bersinggungan dengan berbagai dinamika keamanan nasional. Karena itu, menurutnya, setiap potensi gangguan harus diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi ancaman terhadap persatuan dan kesatuan.

Kasman menilai, rencana kehadiran Kodam baru di Maluku Utara dapat dilihat sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap aspek pertahanan dan keamanan kawasan.

“Ini merupakan jaminan negara yang harus kita terima dengan penuh rasa syukur dan bangga. Kehadiran Kodam baru menunjukkan bahwa Maluku Utara tetap menjadi perhatian pemerintah pusat dalam aspek pertahanan dan keamanan,”ujarnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Kasman menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang terus bergerak menjaga stabilitas keamanan, termasuk dalam upaya mengamankan senjata peninggalan konflik.

“Terima kasih kepada Pak Dandim, Pak Kapolres dan seluruh jajaran yang terus bergerak memastikan daerah kita tetap aman. Selamat HUT ke-81 TNI. Semoga TNI semakin kuat dan terus bersama rakyat menuju Indonesia yang adil dan makmur,”bebernya.

Dalam rangkaian syukuran HUT TNI ke-81 tersebut, Kodim 1508/Tobelo juga memberikan bantuan kepada para janda veteran dan keluarga veteran sebagai bentuk penghargaan atas jasa, dedikasi dan pengabdian mereka kepada bangsa dan negara.

Ramdhani menegaskan, penghormatan terhadap veteran tidak boleh berhenti pada seremoni. Silaturahmi dan perhatian kepada mereka akan terus dijaga sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah perjuangan yang telah mengantarkan bangsa hingga hari ini.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!