160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Buka MusrembangDes Desa Ngidiho Tahun 2027, Abdul Wadud : Jangan Boros Program

Camat Galela Barat, Abdul Wadud Umar Sow membuka MusrembangDes Desa Ngidiho tahun anggaran 2027.(foto/chalo)

Kilasmalut.com – Pemerintah Desa Ngidiho, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), mulai menyusun arah pembangunan 2027 di tengah tekanan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya Dana Desa (DD).

Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MusrenbangDes) Ngidiho Tahun Anggaran 2027, yang digelar di Kantor Desa Ngidiho, Senin (21/9).

MusrenbangDes dibuka oleh Camat Galela Barat, Abdul Wadud Umar Sow, dan dihadiri Kepala Desa Ngidiho Kamal Abdullah, Ketua dan anggota BPD, pendamping desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Abdul Wadud menegaskan bahwa kondisi efisiensi anggaran menuntut pemerintah desa lebih selektif dalam menentukan program. Dengan keterbatasan DD, pembangunan fisik dinilai perlu dikendalikan agar anggaran dapat lebih diarahkan pada program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Dana Desa (DD) sudah dikurangi karena dampak dari efisiensi. Maka program yang dirancang harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kita harus lebih jeli lagi dalam menyusun program,”jelasnya.

Baca Juga :  Dari Timur untuk Indonesia, Star Energy Mulai Eksplorasi Panas Bumi Hamiding, Proyek Energi Bersih Raksasa Dimulai

Menurutnya, MusrenbangDes merupakan tindak lanjut dari Musrenbang RKPD Kabupaten Halmahera Utara Tahun 2027. Karena itu, setiap usulan dari desa diharapkan tidak berhenti sebagai daftar kegiatan, tetapi dapat terintegrasi dengan arah pembangunan daerah.

Ia menyebut salah satu arah pembangunan yang perlu diterjemahkan di tingkat desa adalah penataan konektivitas tata kelola wilayah untuk memperkuat integrasi kawasan dan konektivitas pelayanan publik.

Namun, arah kebijakan tersebut, kata Abdul Wadud, tetap harus diterjemahkan ke dalam program yang realistis dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan yang menjadi arah kita adalah menata konektivitas tata kelola wilayah untuk memperkuat integrasi kawasan dan konektivitas pelayanan publik. Namun, harus diterjemahkan dalam program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,”ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Ngidiho, Kamal Abdullah, mengakui keterbatasan DD menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyusunan program kerja desa 2027.

Baca Juga :  Razia Malam Di Lapas Ternate, Blok Narkoba Disisir, Petugas Sita Benda Tajam Dan Alat Berbahaya

Ia meminta seluruh pihak lebih cermat menetapkan skala prioritas sehingga anggaran yang tersedia tidak dipaksakan untuk membiayai program yang belum mendesak atau belum mampu dilaksanakan.

“Saya berharap dengan kondisi DD yang ada, kita harus lebih teliti lagi menyusun program ke depan. Program yang memang belum bisa dibuat jangan dipaksakan. Kita harus memperbanyak program pemberdayaan,”ujarnya.

Kamal menegaskan, kondisi anggaran yang terbatas bukan alasan untuk menghentikan pembangunan desa. Sebaliknya, pemerintah desa harus mengubah strategi dengan mengutamakan program yang memiliki manfaat langsung bagi peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, MusrenbangDes Ngidiho 2027 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan penyusunan daftar kegiatan, tetapi menjadi ruang untuk menajamkan prioritas pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.(red)

You might also like
Lorem Ipsum Dolor Amet?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !
error: Content is protected !!