
Kilasmalut.com – Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Ns. Mariane Priska Tadjibu, membuka Reses Masa Sidang II Tahun 2026 dengan turun langsung menyambangi masyarakat di Kecamatan Tobelo Barat, Sabtu (15/8).
Dalam agenda perdana reses tersebut, Priska bertemu langsung dengan Pengurus BPHJ Genesis Trans Hero serta delapan kelompok petani. Pertemuan itu menjadi ruang bagi legislator PSI Dapil II tersebut untuk menyerap berbagai aspirasi, keluhan, hingga kebutuhan masyarakat, terutama persoalan yang dihadapi petani dalam menjalankan aktivitas pertanian.
Tak sekadar mendengar keluhan, Priska juga menyerahkan bantuan untuk mendukung pembangunan gereja serta bantuan Hand Sprayer bagi kelompok tani.
Priska menegaskan, reses bukan sekadar agenda formal atau kewajiban anggota DPRD. Lebih dari itu, reses menjadi momentum untuk memastikan suara masyarakat benar-benar masuk dalam proses pengambilan kebijakan di lembaga legislatif.
“Reses bagi saya bukan sekadar datang, bertemu, lalu mendengar aspirasi masyarakat. Yang lebih penting adalah bagaimana aspirasi dan kebutuhan itu dapat kita bawa menjadi bahan perjuangan di lembaga DPRD,”ujar Priska.
Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu penopang kehidupan ekonomi masyarakat, sehingga perhatian terhadap petani tidak boleh berhenti pada seremonial. Dukungan harus diwujudkan melalui kebijakan, program pemberdayaan, hingga penyediaan sarana produksi yang benar-benar dibutuhkan di lapangan.
Bantuan sprayer yang diserahkan diharapkan dapat membantu kelompok petani meningkatkan efektivitas pekerjaan sekaligus meringankan beban kebutuhan peralatan dalam proses produksi pertanian.
Sementara bantuan untuk pembangunan gereja, kata Priska, merupakan bentuk kepedulian terhadap kehidupan sosial dan kebutuhan fasilitas keagamaan masyarakat.
“Kita ingin pembangunan hadir bukan hanya dalam bentuk program besar, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan masyarakat yang nyata dan dirasakan langsung,”tegasnya.
Bendahara Umum PSI Halut itu juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus BPHJ Genesis Trans Hero dan delapan kelompok petani Tobelo Barat yang telah membuka ruang dialog secara langsung dan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Priska menegaskan, seluruh aspirasi yang berhasil dihimpun selama reses akan menjadi bahan evaluasi sekaligus diperjuangkan sesuai kewenangan dan fungsi DPRD.
“Saya datang untuk mendengar, menyerap aspirasi dan memperjuangkannya. Karena bagi saya, wakil rakyat harus hadir bersama masyarakat, memahami persoalannya, dan bekerja mencari jalan keluarnya,”pungkasnya.(red)

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !