Kilasmalut.com – Fragmentasi kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara akhirnya resmi berakhir. Tiga kepengurusan yang selama ini berjalan terpisah sepakat mengakhiri perpecahan melalui forum Pra-Konferensi Daerah (Pra-Konferda) yang digelar di Kota Ternate, Rabu (12/2).
Tiga kubu yang sebelumnya terpisah yakni kepengurusan di bawah Ketua M. Idhar Bakri versi Ketua Umum DPP GMNI Imanuel Cahyadi, kepengurusan Ketua Alfonsius Gisisi, serta Sekretaris Aburizal Syamsu versi Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino, kini menyatakan komitmen bersatu demi soliditas organisasi.
Kesepakatan persatuan tersebut turut disaksikan dan difasilitasi oleh Irfandi Norau selaku Bidang Riset dan Teknologi DPP GMNI.
Dalam forum tersebut, DPD GMNI Maluku Utara juga menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan DPP GMNI periode 2025–2028 di bawah Muhammad Risyad Fahlefi dan Patra Dewa. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa GMNI ke arah yang lebih progresif dan solid secara nasional.
“Persatuan ditegaskan sebagai syarat mutlak agar GMNI kembali tampil sebagai organisasi pelopor, dengan menempatkan kepentingan organisasi di atas ego pribadi maupun kelompok,” Kabid Riset dan Teknologi DPP GMNI, Irfandi Norau, pada Jumat (13/2).
Sementara itu, enam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI se-Maluku Utara, yakni DPC GMNI Halmahera Utara, DPC GMNI Kota Ternate, DPC GMNI Halmahera Barat, DPC GMNI Pulau Morotai, DPC GMNI Halmahera Selatan, dan DPC GMNI Kepulauan Sula, menyatakan kesiapan menyukseskan Konferensi Daerah (Konferda) ke-III DPD GMNI Maluku Utara.
“Konferda ke-III tersebut dijadwalkan berlangsung di Kota Ternate pada 28 Februari 2026 mendatang, sebagai momentum konsolidasi dan penguatan arah gerak organisasi di tingkat daerah,”tuturnya.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !