
Kilasmalut.com – Kasus dugaan intimidasi terhadap wartawan yang sempat menyita perhatian publik di Ternate mendadak berbalik arah. Dua jurnalis yang sebelumnya melaporkan Bos Malut United, David Glen Oie, kini memilih berdamai dan mencabut laporan polisi yang baru saja mereka ajukan ke Polres Ternate.
Padahal laporan tersebut terbilang masih sangat baru. Irwan Djailani, wartawan RRI Ternate, bersama pemilik media Halmahera Post, resmi melaporkan dugaan intimidasi itu pada 8 Maret 2026.
Dalam laporan awal, terdapat dua nama terlapor, yakni David Glen Oie selaku bos klub Malut United serta seorang pria bernama Deni Boter yang diduga merupakan official atau orang yang mengatasnamakan manajemen Malut United.

Namun hanya dalam hitungan hari, dinamika kasus ini berubah. Kedua wartawan memilih berdamai dengan David Glen Oie dan secara resmi mencabut laporan terhadap bos klub tersebut.
Meski demikian, laporan terhadap Deni Boter tetap dilanjutkan dan kini menjadi satu-satunya pihak yang masih diproses dalam perkara dugaan intimidasi tersebut.
Disebut Hanya Miskomunikasi
Irwan Djailani menjelaskan bahwa insiden yang terjadi di lapangan disebutnya lebih dipicu oleh miskomunikasi, sehingga pihaknya menilai persoalan itu tidak perlu diperpanjang.
“Yang terjadi sebenarnya hanya miskomunikasi. Karena itu kami menilai persoalan ini tidak perlu diperpanjang,”ujar Irwan, Selasa (10/3)
Menurutnya, jika polemik tersebut terus berkembang di ruang publik, dikhawatirkan akan berubah menjadi ‘bola liar’ yang dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan lain.
Ia juga mengaku tidak ingin konflik tersebut mengganggu iklim sepak bola di Maluku Utara yang menurutnya sedang berada dalam fase perkembangan positif.
“Karena pertimbangan itulah kami memilih mencabut laporan yang telah diajukan sebelumnya. Kami juga tidak ingin persoalan ini berdampak buruk pada perkembangan sepak bola di Maluku Utara yang saat ini sedang menunjukkan tren positif,”tambahnya.
Satu Nama Tetap Diproses
Meski laporan terhadap David Glen Oie dicabut, Irwan menegaskan bahwa tidak semua perkara dihentikan.
Laporan terhadap Deni Boter tetap dilanjutkan karena ia diduga menjadi pihak yang memicu insiden intimidasi terhadap wartawan di stadion dengan mengatasnamakan manajemen Malut United.
Ironisnya, menurut Irwan, keberadaan pria tersebut di stadion justru disebut tidak memiliki hubungan resmi dengan manajemen klub.
“Jadi laporan terhadap oknum penonton yang secara terang-terangan mengintimidasi dan menghalangi kerja kami tetap diproses sesuai ketentuan Undang-Undang Pers,”tegas Irwan.
Kuasa Hukum: Ada Permintaan Maaf
Kuasa hukum para pelapor, Bahmi Bahrun, menyebut pencabutan laporan terhadap David Glen Oie dilakukan setelah adanya permintaan maaf serta itikad baik dari pihak yang dilaporkan.
“Dengan ini kami selaku kuasa hukum para pelapor menyatakan mencabut atau menarik kembali laporan polisi terhadap terlapor I atas nama David Glen Oie. Keputusan ini diambil karena yang bersangkutan telah menyampaikan permintaan maaf dan menunjukkan itikad baik kepada klien kami,”ujar Bahmi.
Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut juga merupakan hasil komunikasi intensif antara wartawan dan manajemen Malut United, yang sepakat meredam polemik yang sempat mencuat.
“Kedua belah pihak sepakat meredam polemik demi menjaga suasana tetap kondusif, terlebih dalam momentum bulan Ramadan,”pungkasnya.(red)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !